*Nama Program*: Radio Pagar Nusa - Suara Santri Mendunia
- *Tagline*: _"Dari Pesantren untuk Perdamaian Dunia"_
- *Visi*: Menjadi corong dakwah, budaya, dan perdamaian ala santri Pagar Nusa di panggung internasional
- *Misi*:
1. Menyuarakan nilai _Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah_ yang moderat, toleran, dan cinta tanah air
2. Mengenalkan seni tradisi pencak silat Pagar Nusa sebagai warisan budaya tak benda
3. Membangun dialog lintas bangsa tentang perdamaian melalui media audio kreatif
4. Memberdayakan santri sebagai jurnalis warga yang kritis dan berakhlak
*Deskripsi Program*
Radio Pagar Nusa hadir di United Nation Venue sebagai ruang siar alternatif yang lahir dari pesantren. Mengusung format _talkshow_, _feature budaya_, shalawat kontemporer, dan liputan perdamaian, radio ini menjadi jembatan antara nilai lokal santri dengan isu global. Setiap konten dikemas dalam 3 bahasa: Indonesia, Arab, Inggris, agar pesan _rahmatan lil ‘alamin_ tersampaikan tanpa sekat.
*Segmen Unggulan di UN Venue*
1. *Santri Speaks for Peace*
Podcast live 15 menit bersama delegasi negara lain. Bahas resolusi konflik, toleransi beragama, dan peran pemuda.
2. *Jurus Perdamaian*
Demo filosofi pencak silat Pagar Nusa. Setiap jurus dikaitkan dengan nilai: menahan diri, melindungi yang lemah, menolak kekerasan.
3. *Shalawat Diplomacy*
Penampilan akustik shalawat yang diaransemen world music. Bukti bahwa tradisi bisa jadi bahasa universal.
4. *Pesantren Sound Diary*
Audio dokumenter 3 menit: suara ngaji, adzan, derap langkah latihan, tawa santri. Mengenalkan wajah humanis pesantren ke dunia.
*Mengapa Radio Pagar Nusa Relevan di UN?*
UN butuh narasi akar rumput untuk perdamaian. Pagar Nusa sebagai badan otonom NU punya 3 juta+ anggota, tersebar dari desa hingga diaspora. Santri terbiasa hidup berdampingan dalam keberagaman. Radio ini membawa praktik nyata _Islam wasathiyah_ bukan teori.
*Ajakan Kolaborasi*
Kami membuka kolaborasi dengan NGO, kampus, dan komunitas global untuk: _content exchange_, _youth peace camp_, workshop _storytelling for peace_. Karena perdamaian tidak lahir dari mimbar saja, tapi dari frekuensi yang menyatukan.
> "Selama masih ada santri yang merapal shalawat dan merunduk hormat, selama itu pula bumi punya harapan."
> – Radio Pagar Nusa, On Air for Humanity
---
Mau dibuat versi lebih puitis, versi MC, atau jadi press release sekalian? Tinggal bilang aja.